Save Our Earth

Senin, 25 Maret 2013

PEMERIKSAAN KAS DAN BANK DALAM AUDITING

PEMERIKSAAN KAS DAN BANK

1.       Menurut Standart Akuntansi Keuangan.
       Yang dimaksud dengan kas ialah : alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
       Yang dimaksud dengan bank adalah : sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Contoh dari perkiraan-perkiraan yang biasa digolongkan sebagai kas dan bank adalah:




       Kas kecil dalam rupiah dan mata uang asing
       Saldo rekening giro dibank dalam rupiah maupun mata uang asing
       Bon sementara
       Bon-bon kas kecil yang belum direimbursed
       Check tunai yang akan didepositkan
Yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan bank pada neraca
       Deposito berjangka
       Check mundur dan chek kosong
       Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu
       Rekening giroyang tidak dapat segera digunakan baik dalam  maupun diluar negeri misalnya karena dibekukan.
2.       Tujuan Pemeriksaan kas dan bank
       Tujuan pemeriksaan dan bank ada 5
a.       Penjelasan atas  tujuan pemeriksaan 
Untuk memeriksa apakah terdapat internal  control  yang cukup baik atas kas dan bank serta transaksi penerimaan dalam melakukan substantive  test bisa dipersempit. 

Tujuan pemeriksaan (audit objectivities) kas dan setara kas.
  1. untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
Beberapa ciri internal control:
    1. Adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan yang mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan, memberikan otoritas atas pengeluaran dan penerimaan kas dan bank
    2. Pegawai yang membuat rekonsiliasi bank harus lain dari pegawai yang mengerjakan buku bank. Rekonsiliasi bank dibuat setiap bulan dan harus ditelaah oleh kepala bagian akuntansi
    3. Digunakannya impress fund system untuk mengelola kas kecil
    4. Penerimaan kas, cek & giro harus di setor ke bank dalam jumlah seutuhnya
    5. Uang kas disimpan di tempat yang aman
    6. Uang kas harus dikelola dengan baik
    7. dan lain-lain
  1. Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di neraca pertanggal neraca betul2 ada dan dimiliki oleh perusahaan, maksudnya auditor harus meyakinkan dirinya bahwa kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan betul2 ada dan dimiliki perusahaan dan bukan milik pribadi direksi atau pemegang saham. Karena itu auditor harus melakukan kas opname dan mengirim konfirmasi ke bank
  2. untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan kas dan setara kas.
Jika perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperluan pelunasan obligasi berikut bunganya maka dana tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lain. Begitu juga jika ada saldo rekening giro yang dibekukan karena perusahaan tersangkut suatu masalah hukum, maka saldo tersebut tidak boleh dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lancer.
  1. untuk memeriksa seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam valuta asing, apakah saldo tersebut sudah dikonversikan terhadap rupiah dengan menggunakan kurs dengan Bank Indonesia pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi tahun berjalan.
  2. untuk memeriksa apakah penyajiannya neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umu di Indonesia. Menurut SAK
    1. kas dan setara kas disajikan di neraca sebagai harta lancer
    2. kas dan setara kas yang penggunaannya dibatasi dapat dimasukan dalam aktiva lancr hanya jika pembatasan tersebut dilakukan untuk menyisihkan dana untuk melunasi kewjiban jangka pendek atau jika pembatasan tersebut hanya berlaku selama satu tahun.
    3. Saldo kredit pada perkiraan bank disajikan pada kelompok kewajiban sebagai kewajiban jangka pendek.
b.      Beberapa ciri internal contol baik atas kas dan bank ada 11
Prosedur Pemeriksaan Kas dan Bank
Prosedur pemeriksaan kas dan bank ada 13 bagian .
c.       Penjelasan Prosedur Pemeriksaan Kas dan Bank
1.       Pahami dan Evaluasi internal control atas kas dan bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
2.       Buat top schedule kas dan bank pertanggal neraca
3.       Lakukan cash count.
4.       Kirim konfirmasi atau dapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal tidak dilakukan atas opname.
5.       Kirim konfirmasi  untuk seluruh rekening   bank yang dimiliki perusahaan.
6.        Minta rekonsliliasi bank dan lakukan pemeriksaan atas rekonsiliasi bank tersebut.
7.       Review jawaban konfirmasi dari bank,
8.       Periksa interbank tranfer 1 minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca.
9.       Periksa transaksi kas sesudah tanggal neraca.
10.   Seandainya ada saldo kas dan bank dalam mata uang asing pertanggal neraca.
SEMOGA BERMANFAAT....

SUMBER:
http://adnilvol.blogspot.com/2009/02/audit-kas-bank.html
Dan dari buku AUDITING karangan sukrisno agoes.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar